Gold

China vs The Fed: Duel Dua Raksasa yang Menentukan Arah Harga Emas 2026

Kurniawan
Feb 16, 2026
15 min read
China vs The Fed: Duel Dua Raksasa yang Menentukan Arah Harga Emas 2026
XAU/USD
NEUTRAL
@5000
Support Zone
4850
Resistance Zone
5150
Market is ranging. Wait for breakout.

Harga emas sepanjang awal 2026 bak roller coaster tanpa rem. Dalam hitungan hari, logam mulia ini bisa meroket ke rekor tertinggi, lalu ambrol hingga bikin investor gigit jari. Ada apa sebenarnya?

Halo, Sobat Investor! Kalau kamu mengikuti pergerakan harga emas beberapa pekan terakhir, pasti kepalamu ikut pusing. Dalam satu sesi, emas bisa melesat 1-2%, lalu keesokan harinya jeblok 3% tanpa ampun.

Situasi ini bukan sekadar fluktuasi biasa. Di balik layar, sedang terjadi pertarungan sengit antara dua kekuatan raksasa: Bank sentral Amerika (The Fed) yang mengendalikan suku bunga global, dan spekulan serta bank sentral China yang bermain sangat agresif di pasar emas.

Mari kita bedah bagaimana duel dua kubu ini menciptakan volatilitas gila gilaan yang kita saksikan saat ini.

Babak 1: The Fed dan Drama Suku Bunga yang Bikin Emas Naik-Turun

Kita mulai dari kubu yang sudah lama dikenal sebagai penggerak utama harga emas: Federal Reserve atau The Fed.

Hubungan The Fed dan emas sebenarnya sederhana. Ketika suku bunga tinggi, emas (yang tidak memberi bunga) jadi kurang menarik dibanding obligasi atau tabungan. Ketika suku bunga turun, emas langsung kinclong

Nah, di awal 2026 ini, pasar benar-benar kebingungan membaca arah kebijakan The Fed. Bulan Januari, harga emas sempat menyentuh rekor US$5.594 per ons level tertinggi sepanjang masa . Investor saat itu yakin The Fed akan segera memangkas suku bunga.

Tapi eh, awal Februari data tenaga kerja AS dirilis. Hasilnya? Luar biasa kuat. Sektor tenaga kerja AS mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari setahun. Alhasil, ekspektasi pemangkasan suku bunga mundur jauh dari perkiraan Juni menjadi Juli . Dalam sekejap, emas terjun bebas menembus level psikologis US$5.000

Belum lagi drama pergantian pucuk pimpinan The Fed. Kevin Warsh, calon ketua anyar, punya reputasi hawkish alias cenderung agresif menaikkan suku bunga. Tapi ada juga analis yang percaya Warsh justru berani memangkas bunga lebih cepat jika melihat produktivitas ekonomi meningkat berkat AI . Bingung? Semua juga bingung.

PAGE 1 OF 3

About the Author

K

Kurniawan

Market Analyst

Experienced technical analyst specializing in algorithmic trading strategies and market microstructure. Passionate about sharing insights on trading psychology and risk management.