Memahami Musuh dalam Diri: Loss Aversion
Apa itu Loss Aversion?
Secara sederhana, Loss Aversion adalah kecenderungan psikologis di mana rasa sakit karena mengalami kerugian secara psikologis dua kali lebih kuat daripada kenikmatan yang dirasakan saat mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang sama. Dalam trading, ini memicu perilaku destruktif:
Menahan Posisi Rugi Terlalu Lama: Anda berharap pasar akan berbalik arah hanya untuk "balik modal", meskipun semua analisis menunjukkan kerugian akan semakin dalam. Kalimat "Selama belum di-close, kan belum rugi" adalah jebakan klasik.
Cepat Mengambil Untung: Begitu posisi sedikit profit, Anda langsung buru-buru menutupnya karena takut keuntungan itu berbalik menjadi kerugian. Akibatnya, potensi cuan besar berkali-kali lipat terlewatkan begitu saja.
Mengapa Ini Berbahaya di Pasar Volatile?
Pasar volatile bergerak liar dan cepat. Kerugian kecil bisa membengkak dalam hitungan menit. Menahan posisi rugi dengan harapan kosong di kondisi seperti ini adalah resep pasti menuju blown-up akun. Anda pada dasarnya melakukan judi, bukan trading.

%3Astrip_icc()%3Aformat(jpeg)%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F2949377%2Foriginal%2F070555900_1571979343-HP_malam_hari_HL.jpg&w=3840&q=75)


