Skenario Terburuk bagi Bank Sentral
Stagflasi adalah anomali ekonomi yang paling ditakuti oleh para pembuat kebijakan moneter. Kondisi ini menentang teori ekonomi konvensional (Kurva Phillips) yang menyatakan bahwa inflasi yang tinggi biasanya diiringi oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat dan pengangguran yang rendah.
Perangkap Kebijakan Bank Sentral:
Saat stagflasi terjadi, bank sentral terjebak dalam dilema yang mustahil diselesaikan secara instan:
- Jika bank sentral menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi, mereka akan memperburuk resesi dan meningkatkan angka pengangguran.
- Jika bank sentral menurunkan suku bunga untuk memacu pertumbuhan, mereka akan menuangkan bensin ke dalam api inflasi yang sedang berkobar.
Mengapa Emas Bersinar Terang dalam Stagflasi?
Kasus stagflasi paling terkenal terjadi pada dekade 1970-an, dipicu oleh krisis embargo minyak global. Selama periode tersebut:
- Saham jatuh karena biaya produksi korporasi meledak sementara daya beli masyarakat lesu.
- Obligasi hancur karena imbal hasil nominal kalah cepat dibandingkan laju inflasi.
- Emas, sebagai aset berwujud fisik yang pasokannya tidak dapat dicetak secara sewenang-wenang oleh pemerintah, mencatatkan kenaikan spektakuler dari $35 per troy ons di awal dekade menjadi lebih dari $800 pada tahun 1980.